Minggu, 16 Agustus 2015

Mengukir Kenangan bersama Desa Kecilku

GiveAwayLebaran
              Selamat malam teman - teman, tepat banget malam ini malam 16 agustus yang besok tepat 70 tahun kemerdekaan negeri tercinta ini. Sebelumnya saya mau mengucapkan selamat ulang tahun untuk Negeriku Tercinta, Semua Masyarakat, dan semoga kedepan Indonesia semakin maju dan rakyatnya semakin sejahtera amin. :)

             Mau berbagi cerita sekelumit Cerita lebaran waktu dikampung halaman yang sudah lama tertinggal merantau tetapi selalu kurindukan dalam hati yang paling dalam. Rasa syukur begitu mendalam ketika kutulis coretan ini dalam blog yang sederhana ini. Temanku mencurahkan segala perasaan dan tumpahan asa yang kubangun setiap hari. 

             Salah satu hal yang membuat saya selalu rindu dikampung halaman yakni adalah adat mengirim doa atau sering kami sebut (Nyekar) yang setiap tahun selalu kami lakukan didesa kami yakni Desa Ngantru, desa dengan macam adat yang masih kental dikala lebaran tepatnya H-1 semua warga benbondong-bondong kemakam yang letaknya lumayan cukup jauh sekitar satu kilometer dari rumah. Tua - muda, kaya - miskin, semua berbondong untuk ke makam mulai pagi sampai sore hari. 
             
           Eyang kakung panggilan bagi cucu-cucunya, yang sudah sepuh tetapi mempunyai semangat yang tinggi sehingga saya selalu kagum dengan sosok beliau. Mulai pagi jalanan ramai sudah dibanjiri orang - orang Nyekar. Tak kalah antusiasnya saya dan eyang melayang dengan membawa beberapa bunga dan sapu untuk berdoa bersama dimakam, tak lama kamipun tiba dimakam kami mencari satu - persatu makam nenek buyut dan keluarga - keluarga dekat yang sudah pergi mendahului kami. Rasanya memang beda ketika Nyekar bersama eyang berasa khusyuk dan masuk ke hati semakin tenang hati ini.

            Ada aturan - aturan dari eyang yang selalu saya ingat ketika Nyekar yakni "Pertama kalau Nyekar kemakamnya orang perempuan maka harus berada disebelah kanan makam, kalau orang yang dimakamkan adalah laki-laki maka harus disebelah kirinya makam"  Masih bingung sebenarnya dengan aturan itu tetapi saya makmum aja karena itu sudah menjadi adat didesa kami. Akhirnya satu demi satu selesai juga dan ketika waktu akan pulang saya melihat buah Maja yang sudah besar dan matang. 

           Buah Maja adalah buah yang dimakan oleh Raja Majapahit dan rasa buah ini pahitnya bukan main pernah saya merasakanya waktu kecil dahulu memang tiada tandinganya ini buah paitnya, dan dari sinilah cikal bakal nama Majapahit dilahirkan.

           Kami berdua pulang dengan bunga yang sudah habis dan ember yang kosong. Kami keluar dari makam dan mencari sungai terdekat untuk mencuci muka dan kaki karena diadat kami kalau habis dari makam harus mencuci muka dan kaki kalau tidak maka arwah yang jahat di alam kubur akan ikut pulang kerumah entah itu mitos tetapi itu sudah menjadi kepercayaan bagi masyarakat yang ada di desa kami.
              
     Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar, Lailahailaalloh huallahhuakbar allahhuakbar walillahilham, takbir menggema dimana-mana dan akhirnya waktu sholat Idul fitripun datang dan yang selalu saya tunggu - tunggu ketika sholat Idul Fitri, Desa kami selalu dilakukan di Lapangan desa begitu suasananya gempar karena seluruh desa hadir disini di hari yang fitri ini. Tak ada yang membawa motor semua berjalan kaki berduyun-duyun disegala penjuru jalan penuh dengan orang-orang yang akan berangkat ke lapangan desa. 

                Hal yang menarik didesa saya ketika selesai sholat maka akan berlomba - lomba bermain petasan siapa yang petasanya paling keras dialah yang akan dihormati. Tak hanya itu suasana bermaaf -maafan serta air mata yang menghujani pipi karena begitu indahnya kenangan ini sampai saya berpikir dan berdoa waktu ini bisa berhenti sejenak agar saya bisa lebih lama mengukir kenangan indah ini dimemori.

Artikel ini diikutsertakan dalam #GiveAwayLebaran yang disponsori oleh .saqina.comMukena Katun Jepang Nanida, Benoa Kreati Sanderm, Dhofaro, dan Minikinizz
 
 
             

5 komentar:

Dee Rahma mengatakan...

haloo deni :)

salam kenal yah.. terimakasih sudah ikutan #GiveAwayLebaran..
sering2 ya main ke blogku heydeerahma.com :)

=Dee=

Gustyanita Pratiwi mengatakan...

Di kampungku ada yg tanam, tdnya kupikir jeruk bali ternyata buah maja

Nchie Hanie mengatakan...

seperti di keluarga saya pun tradisi nyekar masih ada
apalagi kalo pulang kampung, berasa kebersamaannya
salam kenal ya

Deni Andis mengatakan...

mbak dee rahma maaf baru bisa balas, sama sama ya mbak lain kali diajak kalau ada GA lagi ya mbak :)

Deni Andis mengatakan...

mbak gustyabita, saya belum pernah makan buah maja tetapi kalau dilihat enakan jeruk bali he he, maf baru balas karena lagi sibuk Tugas akhir he he